Purbaya Ditelepon “Istana” Saat Rapat DPD Sebelum Dicopot
JAKARTA, Ordina.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih mengikuti rapat bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026), ketika sebuah telepon dari Istana membuatnya meninggalkan ruang rapat.
Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya RUU APBN Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan, serta pelaksanaan Undang-Undang RPJPN 2025–2045 dan keselarasan dengan RPJMN 2025–2029.
Dalam video yang beredar, Purbaya terlihat menerima telepon dan kemudian menyampaikan kepada pihak di ujung sambungan bahwa dirinya masih berada di DPD. Tak lama setelah itu, Purbaya meninggalkan lokasi rapat.
Momen tersebut terjadi sebelum Presiden Prabowo Subianto mengumumkan perombakan kabinet. Pada hari yang sama, Purbaya resmi diberhentikan dari jabatan Menteri Keuangan.
Dalam rapat tersebut, Purbaya juga sempat menyinggung persoalan penerimaan negara, khususnya dugaan kebocoran pada sektor perpajakan dan Bea Cukai. Ia mengungkap adanya sekitar 40 pabrik asal China yang menurutnya menjadi perhatian dalam persoalan kepatuhan pajak.
Purbaya juga menyinggung pola operasi perusahaan yang disebut menggunakan sistem cash basis. Ia mempertanyakan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut dan mengungkap adanya dugaan permainan oleh oknum dalam proses perpajakan dan Bea Cukai.
Pergantian Purbaya kemudian diumumkan Presiden Prabowo. Posisi Menteri Keuangan selanjutnya diisi oleh Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Suahasil resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (14/9/2026). Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029.
Dengan pergantian tersebut, Suahasil kini menghadapi sejumlah pekerjaan besar di Kementerian Keuangan, termasuk pengelolaan APBN 2027, peningkatan penerimaan negara, serta penguatan pengawasan perpajakan dan Bea Cukai. Sementara itu, momen Purbaya menerima telepon Istana ketika tengah membahas agenda fiskal bersama DPD RI menjadi perhatian publik di tengah pergantian mendadak tersebut.
