ordina.id

Berita Panas

28.3°C
  • Jakarta
Oktober 16, 2026
Ikuti Kami:
ordina.idBlogNasionalPBNU Memanas, Siapa Jadi Ketum?

PBNU Memanas, Siapa Jadi Ketum?

Jombang, Ordina.id – Nahdlatul Ulama tengah mengadakan muktamar ke-35 di Pondok Pesanteran Bahrululum Tambakberas, Kabupaten Jombang, pada 27-30 Agustus 2026. Muktamar merupakan forum tertinggi Nahdlatul Ulama untuk membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) serta pemilihan Rais Aaam, pimpinan Syuriyah, lembaga tertinggi dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama yang berperan sebagai pembina dan pengarah dan Ketua Umum PBNU atau Ketua Umum Tanfidziyah (badan pelaksana dalam struktur organisasi NU).

Dalam AD-ART Nahdlatul Ulama, mekanisme pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dibedakan. Pemilihan Rais Aam dilakukan oleh Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA atau forum khusus di Nahdlatul Ulama yang beranggotakan sembilan orang kiai sepuh. Usulan calon AHWA berasal dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan peserta muktamar memilih sembilan nama di antara usulan tersebut.

Selanjutnya, pemilihan Ketua Umum PBNU langsung dilakukan oleh peserta muktamar. Kandidat calon ketua umum berasal dari usulan PWNU dan PCNU. Dalam muktamar sebelumnya, salah satu syarat ditetapkan sebagai calon ketua umum adalah minimal mendapat dukungan 99 suara, yaitu gabungan PWNU dan PCNU. Total pemilik suara dalam muktamar sekitar 558, yang berasal dari PWNU, PCNU, dan PCNU Istimewa.

Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) melakukan survei elektabilitas kandidat calon ketua umum. Responden survei sebanyak 11.646 orang dengan komposisi 70 persen adalah Nahdliyin dan 30 persen lainnya merupakan anggota PWNU dan PCNU. Hasil sigi yang dilakukan pada periode 20-28 Juli 2026 menunjukkan elektabilitas Imam Jazuli yang paling tinggi. Lalu menyusul elektabilitas Abdul Ghaffar Rozin, Yusuf Chudlori, Nasaruddin Umar, Abdul Hakim Mahfudz, Abdussalam Shohib, Yahya Cholil Staquf, dan Zulfa Mustofa.

Muktamar ke-35 ini, beredar paket calon Rais Aam dan calon Ketua Umum PBNU yaitu duet Nurul Huda Jazuli dan Imam Jazuli, Miftachul Akhyar dan Abdul Hakim Mahfudz, Said Aqil Siradj dan Yusuf Chudlori, serta Ma’ruf Amin dan Yahya Cholil Staquf. Paket Miftachul Akhyar dan Abdul Hakim Mahfudz dirumorskan sebagai jagoan dari Istana. Adapun Ma’ruf Amin dan Yahya Cholil Staquf dirumorskan kubu mantan presiden Joko Widodo.

Paket calon Rais Aam dan calon Ketua Umum PBNU 2026-2031

  1. Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin adalah Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur; Zulfa Mustofa adalah Wakil Ketua Umum PBNU;
  2. Muhammad Yusuf Chudlori alias Gus Yusuf adalah Pengasuh Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah; dan Abdussalam Shohib alias Gus Salam adalah Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur;
  3. Abdul Ghaffar Rozin alias Gus Rozin adalah Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah; Nasaruddin Umar adalah Menteri Agama;
  4. Imam Jazuli adalah Pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia Cirebon, Jawa Barat; serta Yahya Cholil Staquf adalah Ketua Umum PBNU periode 2022-2027.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Tags