May Day 2026, Buruh Transportasi Deklarasikan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Nasional
JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F. SPTI) DKI Jakarta menggelar Forum Guyub dan Deklarasi Buruh Transportasi Indonesia di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (28/4). Kegiatan tersebut mengusung tema “Stabilitas Ekonomi Nasional: BBM Aman, Buruh Sejahtera”.
Acara yang dihadiri ratusan pekerja sektor transportasi itu melibatkan tenaga kerja bongkar muat Pelabuhan Tanjung Priok, pekerja Sunda Kelapa, hingga para pengemudi angkutan. Forum ini menjadi momentum konsolidasi buruh sekaligus penegasan aspirasi pekerja terhadap pentingnya kebijakan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat bawah.
Koordinator SPTI Jakarta Utara, Iwan, dalam sambutannya mengatakan bahwa forum tersebut menjadi wadah silaturahmi dan penguatan solidaritas antarpekerja. Menurutnya, keberlangsungan sektor transportasi sangat ditentukan oleh stabilitas ekonomi nasional dan kebijakan pemerintah yang menjaga daya beli masyarakat.
Ketua Umum F. SPTI DKI Jakarta, Ahmad Zulfikar, S.H., menegaskan bahwa buruh transportasi sangat merasakan dampak langsung dari harga energi dan kebutuhan pokok. Karena itu, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang menjaga harga BBM subsidi dan gas LPG 3 kilogram tetap stabil.
“Hari ini kita berkumpul untuk melihat bagaimana keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap buruh di Indonesia, mulai dari pengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga hingga rencana pengesahan UU Ketenagakerjaan. Presiden juga menjaga buruh lewat kestabilan harga BBM subsidi dan gas LPG 3 kilogram,” ujarnya.
Perwakilan Serikat Pekerja Maritim Indonesia (SPMI), Mul, menyebut buruh sebagai urat nadi ekonomi nasional. Ia menilai kebijakan pemerintah menjaga harga energi tetap terjangkau merupakan langkah strategis dalam menjaga produktivitas pekerja dan kelancaran distribusi barang.
Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Respiratori Saddam Al Jihad menyampaikan bahwa komitmen anggaran besar untuk menjaga subsidi energi menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada rakyat pekerja. Menurutnya, stabilitas harga pangan dan energi merupakan syarat utama agar kesejahteraan buruh dapat terjaga di tengah tekanan ekonomi global.
Dalam sesi dialog, sejumlah peserta juga menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja lapangan. Menanggapi hal itu, Ahmad Zulfikar memastikan federasi akan terus memberikan pendampingan dan advokasi kepada anggota yang menghadapi persoalan ketenagakerjaan.

Sebagai puncak acara, F. SPTI DKI Jakarta membacakan lima poin deklarasi. Isi deklarasi tersebut antara lain komitmen menjaga logistik dan mobilitas nasional, apresiasi atas tidak naiknya harga BBM subsidi dan gas 3 kilogram, dorongan agar pemerintah menjaga ketersediaan energi, penguatan sinergi dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, serta ajakan menjaga persatuan dan semangat guyub di kalangan buruh.
Forum tersebut menegaskan bahwa peringatan May Day tahun ini tidak hanya berisi tuntutan normatif, tetapi juga dorongan agar buruh menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan pembangunan Indonesia ke depan.
