Seruan Pulang untuk Muratara: Pemuda dan Mahasiswa Diminta Ambil Peran Atasi PETI
Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kian mengkhawatirkan. Sungai yang dulunya jernih kini berubah keruh, ekosistem perlahan rusak, dan dampaknya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Kondisi ini memunculkan seruan kepada pemuda dan mahasiswa asal Muratara yang tengah merantau untuk tidak melupakan kampung halaman. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh di luar daerah diharapkan dapat menjadi bekal untuk kembali berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan di daerah.
“Ini bukan soal diam, tetapi bagaimana menunggu momentum yang tepat untuk bergerak dan memberikan dampak nyata,” menjadi refleksi sikap sebagian pemuda saat ini.
Penanganan PETI dinilai tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi juga membutuhkan pendekatan edukatif dan struktural. Peran kepala desa menjadi penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dampak jangka panjang aktivitas tersebut, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 14 Tahun 2016 yang melekat pada kewenangan pemerintah desa.
Di sisi lain, pemuda dan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change dan social control. Meski demikian, upaya perubahan bukanlah hal yang mudah. Tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin. Diperlukan keberanian untuk terlibat, bahkan masuk ke dalam sistem, guna mendorong perubahan yang lebih nyata.
Kesadaran menjaga tanah kelahiran menjadi kunci utama. Harus ada sense of crisis dan sense of belonging, agar generasi muda tidak abai terhadap kondisi yang terjadi saat ini.
“Sejauh apa pun kita pergi, pada akhirnya kita akan kembali ke dusun. Jangan sampai generasi berikutnya merasakan dampak yang lebih buruk dari apa yang terjadi hari ini.”
Dengan kolaborasi antara pemuda, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan penanganan PETI di Muratara dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Bukan hanya sekadar wacana, tetapi menjadi gerakan nyata untuk menjaga dan memperbaiki tanah kelahiran.
